Asian Spectator

Men's Weekly

.

Join Rita Ora for her first ever Twitter Q A session!

  • Written by Twitter, Inc.
Join Rita Ora for her first ever Twitter Q A session!

Sony Music Entertainment is a global recorded music company with a current roster that includes a broad array of both local artists and international superstars. The company boasts a vast catalogue that comprises some of the most important recordings in history. It is home to premier record labels representing music from every genre, including Arista Nashville, Beach Street Records, Black Butter Records, BPG Music, Bystorm Entertainment, Century Media, Columbia Nashville, Columbia Records, Day 1, Descendant Records, Disruptor Records, Epic Records, Essential Records, Essential Worship, Flying Buddha, Fo Yo Soul Recordings, House of Iona Records, Insanity Records, Kemosabe Records, Latium Entertainment, Legacy Recordings, Louder Than Life, Masterworks, Masterworks Broadway, OKeh, Polo Ground Music, Portrait, RCA Inspiration, RCA Nashville, RCA Records, Relentless Records, Reunion Records, Sony Classical, Sony Music Latin, Star Time International, Syco Music, Vested in Culture and Volcano. Sony Music Entertainment is a wholly owned subsidiary of Sony Corporation.

Authors: Twitter, Inc.

Read more http://www.media-outreach.com/release.php/View/8217#Contact

Magazine

PBB sebut dunia memasuki era kebangkrutan air, tanda-tandanya sudah nyata

Di tengah perubahan iklim, dunia masih saja menggunakan air tawar dalam jumlah yang sangat besar. Akibatnya, kita mencapai titik yang disebut sebagai era kebangkrutan air. Banyak wilayah kini tidak la...

Transisi energi berkeadilan dimulai dari suaramu. Isi survei sekarang!

Isu transisi energi bukan cuma urusan pemerintah atau ahli kebijakan. Perubahan cara kita memproduksi dan menggunakan energi tentu membentuk arah ekonomi ke depan, mulai dari jenis lapangan kerja yang...

Menghilang 50.000 tahun lalu, riset ungkap apa yang terjadi pada habitat para ‘hobbit’ Flores

_Homo floresiensis_ skull.Wikimedia Commons, CC BY-SASekitar 50 ribu tahun lalu, umat manusia kehilangan salah satu kerabat hominin terakhirnya, Homo floresiensis—yang dijuluki “hobbit&rdq...