Asian Spectator

Men's Weekly

.

_Quiet quitting_: mengapa bekerja lebih sedikit itu bagus untukmu -- dan juga bosmu

  • Written by Nilufar Ahmed, Senior Lecturer in Social Sciences, CPsychol, FHEA, University of Bristol
_Quiet quitting_: mengapa bekerja lebih sedikit itu bagus untukmu -- dan juga bosmuPara profesional muda bekerja jauh lebih keras dari orang tua mereka demi memajukan hidup dan karir mereka. Ini malah berujung pada kondisi _burnout_.rawpixel.com/Freepik, CC BY

Di banyak tempat kerja (termasuk melalui platform Zoom, Teams, dan Slack), karyawan dan manajer diam-diam membahas tentang tren “great resignation”. Ini merujuk...

Magazine

Selamat datang era ‘fitness-entertainment’: Bagaimana peluang cuan hyrox setelah tren padel?

● Selalu saja ada tren olahraga baru yang bermunculan.● Setelah padel, kini muncul ‘Hyrox’.● Meski belum pernah digelar resmi di Indonesia, antusiasme masyarakat terhadap...

Derita warga sekitar PLTS Cirata: Bak layangan putus tanpa kepastian sumber nafkah

● Kompleks PLTS Cirata merupakan salah satu proyek transisi energi terbesar nasional.● Sayangnya euforia realisasi pembangunan proyek transisi energi besar itu menyisakan kisah kelam di ba...

Teror aktivis HAM kian ganas dan meluas, inikah saatnya PBB lebih serius memantau Indonesia?

Astrichairina/Shutterstock● Kasus penyiraman air keras Andrie Yunus menunjukkan ruang sipil Indonesia menjadi arena berbahaya.● Pembela HAM kembali menghadapi periode ancaman teror dan lab...