Asian Spectator

Times Advertising

Kenapa Indonesia butuh sistem otopsi mayat yang independen dan imparsial? Belajar dari kasus Brigadir Yosua

  • Written by Yoni Syukriani, Dosen bidang Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal dan bidang Bioetika Humaniora, Universitas Padjadjaran
Kenapa Indonesia butuh sistem otopsi mayat yang independen dan imparsial? Belajar dari kasus Brigadir YosuaSetelah autopsi ulang jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dimakamkan kembali di kampungnya, Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, 27 Juli 2022.ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/nym

Hasil otopsi ulang atas jasad Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat yang dipublikasikan Senin lalu menunjukkan tak ada tanda-tanda penyiksaan di tubuh korban...

Magazine

Ancaman blokir Wikipedia: Tanda kuatnya hasrat negara mengontrol narasi publik

shutterstock(Pixinoo/Shutterstock)● Ancaman blokir Wikipedia menandai obsesi negara memperluas kontrol atas infrastruktur pengetahuan publik.● Regulasi menjadi instrumen yang memaksa platf...

Bukan cuma ikan sapu-sapu, ada banyak spesies invasif di perairan kita termasuk ikan nila

● Spesies invasif seperti ikan sapu-sapu, red devil, ikan cere, dan nila merupakan ancaman serius bagi ikan-ikan lokal.● Penyebaran spesies invansif terjadi akibat aktivitas manusia (perda...

Toleransi di ruang digital: Bagaimana tayangan Youtube ‘Login’ menggeser metode dakwah konvensional

● Media sosial mengubah ekspresi toleransi yang kaku, elitis, dan ‘top-down’ menjadi lebih cair dan egaliter.● Program seperti ‘Login’ membumikan isu agama yang ber...