Asian Spectator

Times Advertising

Death of the Armenian dream in Nagorno-Karabakh was predictable but not inevitable

  • Written by Ronald Suny, Professor of History and Political Science, University of Michigan
Death of the Armenian dream in Nagorno-Karabakh was predictable but not inevitableRefugees from Nagorno-Karabakh.Middle East Images /AFP via Getty Images)

Thirty-five years ago, more than 100,000 Armenian protesters took to the streets to convince Soviet leader Mikhail Gorbachev that Nagorno-Karabakh – an ethnically Armenian enclave stuck geographically in the neighboring republic of Soviet Azerbaijan – ought to be...

Magazine

Negara vs media: Bagaimana pemerintah menyabotase kerja pers demi mengendalikan informasi

Para jurnalis menggelar demonstrasi dan aksi teatrikal menentang rancangan undang-undang pembungkaman pers pada 28 Mei 2024 di Tangerang.Wulandari Wulandari/Shutterstock● Pemerintah tengah melan...

Ada derita para komuter perempuan yang lebih mendesak dari sekadar letak gerbong

● Para komuter perempuan memiliki banyak permasalahan yang jarang terlihat.● Tak sedikit komuter perempuan harus berhenti bekerja demi menjalankan peran gandanya.● Selain kebijakan p...

Mengenal sabuk hujan tropis: Urat nadi kehidupan yang mengatur irama musim Indonesia

Klimatologi curah hujan periode Agustus menggunakan TRMM satelit (1998-2010).CC BY-ND● Sabuk hujan tropis atau ITCZ adalah sabuk awan tebal dan hujan lebat di wilayah khatulistiwa.● Perger...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink testjetbahisslot gacortaraftarium24tipobetjetbahisroyalbet girişonwininterbahisiptv satın aliptv satın aliptv satın alcasibomz-librarygalabettaraftarium24padişahbetgalabet girişbetzulabetmarinotlcasino girişagb99jojobetjojobetkingroyalsahabet