Asian Spectator

Times Advertising

20 years after the publication of 'Purple Hibiscus,' a generation of African writers have followed in Chimamanda Ngozi Adichie's footsteps

  • Written by Simon Lewis, Professor of English, College of Charleston
20 years after the publication of 'Purple Hibiscus,' a generation of African writers have followed in Chimamanda Ngozi Adichie's footstepsChimamanda Ngozi Adichie in 2004, shortly after the publication of 'Purple Hibiscus.'Ulf Andersen/Getty Images

Twenty years ago, in October 2003, 26-year-old Nigerian author Chimamanda Ngozi Adichie burst onto the North American publishing scene with her debut novel,“ Purple Hibiscus.”

Since then, Adichie’s literary fame has only...

Magazine

Bukan sekadar tren: Bagaimana perubahan iklim dan pengaruh ‘runfluencer’ mengancam hobi lari kita?

Peningkatan suhu global dan polusi udara membuat aktivitas lari di luar ruangan menjadi lebih berat sekaligus tidak aman. Selain itu, beberapa perangkat digital yang diandalkan banyak pelari membawa d...

Kapitalisme ketuanan: Mengapa ketimpangan tetap bertahan meski Indonesia sudah demokratis?

Para petani menggelar aksi duduk di jalan protokol di Jakarta untuk merayakan Hari Buruh.Ahmad Nurur/Shutterstock● Demokrasi tidak otomatis menghapus ketimpangan sosial.● Elite mempertahan...

Darurat krisis: Pemerintah perlu dan bisa memangkas anggaran MBG hingga Rp200 triliun

● Program BGN-MBG terus menuai polemik karena pelaksanaannya semrawut dan anggarannya terlalu besar.● Desakan untuk menghemat anggaran MBG meningkat melihat kondisi APBN yang sedang tertek...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink testsahabetslot gacoronwinsahabetbets10sahabetgalabetTaraftarium24padişahbetgalabet girişpokerklas girişagb99pokerklasCratosroyalbetbetasus girişcasibomzlibrarycasibomdizipalgrandpashabetjojobetmeritkingjojobetcasibomcasibompadişahbetholiganbetmeritking