Asian Spectator

Men's Weekly

.

_Quiet quitting_: mengapa bekerja lebih sedikit itu bagus untukmu -- dan juga bosmu

  • Written by Nilufar Ahmed, Senior Lecturer in Social Sciences, CPsychol, FHEA, University of Bristol
_Quiet quitting_: mengapa bekerja lebih sedikit itu bagus untukmu -- dan juga bosmuPara profesional muda bekerja jauh lebih keras dari orang tua mereka demi memajukan hidup dan karir mereka. Ini malah berujung pada kondisi _burnout_.rawpixel.com/Freepik, CC BY

Di banyak tempat kerja (termasuk melalui platform Zoom, Teams, dan Slack), karyawan dan manajer diam-diam membahas tentang tren “great resignation”. Ini merujuk...

Magazine

Buying Managed IT Services in Australia (Without Paying for Surprises)

Managed IT usually becomes a serious conversation when interruptions start affecting delivery. For most Australian businesses in the 7–100 staff range, that shift happens quietly.  For example, clo...

Ramadan jadi peluang ‘brand’ melejit: Intip strategi Marjan, Promag, dan sarung Atlas

● Ramadan secara tradisi mendorong terjadinya peningkatan konsumsi masyarakat yang cukup signifikan.● Karena itu, Ramadan kerap dijadikan momen untuk meningkatkan omzet bagi brand.● ...

4 ribu ASN dijadikan komponen cadangan: Keharusan atau militerisasi?

Seorang prajurit TNI membawa peluru kaliber saat mengikuti latihan militer di Jawa Timur.Lonewolfgher_06/Shutterstock● Pelibatan ASN sebagai Komponen Cadangan dapat merusak supremasi sipil.χ...