Asian Spectator

The Times Real Estate

.

Diskursus “matinya kepakaran” di media sosial: Bagaimana agar ilmuwan tak kalah pamor dari ‘influencer’

  • Written by Arli Aditya Parikesit, Professor of Bioinformatics, Indonesia International Institute for Life Sciences, Indonesia International Institute for Life Sciences

Di era digital ini, orang-orang lebih suka mendengarkan dan mengikuti influencers ketimbang para pakar. Meski kerap tanpa dukungan latar belakang keilmuan yang memadai, para influencer mampu mendominasi percakapan publik dan mempengaruhi perilaku masyarakat.

Sebuah survei misalnya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia lebih mempercayai influencer k...

Magazine

Tidak melulu soal metrik, menggaet ‘influencer’ perlu pendekatan personal, kebebasan, dan kepercayaan

Influencer marketing kini sudah menjadi salah satu instrumen terpenting dalam strategi pengembangan bisnis. Perusahaan-perusahaan di hampir semua sektor mengandalkan kanal media sosial untuk mempromos...

20 tahun pasca-tsunami Aceh, kontribusi perempuan tak diakui, kebijakan daerah masih diskriminatif

Seorang perempuan berdiri di depan Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh.Bithography/Shutterstock20 tahun sudah Aceh pulih dari tsunami yang menimbulkan duka mendalam bagi Indonesia, khususnya para p...

Riset: Anak pekerja migran yang ditinggalkan hadapi tantangan sosial dan psikologis

Ilustrasi anak-anak di Indonesia.our brain/ShutterstockSetiap tahun, ratusan ribu warga Indonesia pergi ke luar negeri untuk bekerja. Lebih dari lima juta pekerja migran Indonesia (termasuk orang tua ...



NewsServices.com

Content & Technology Connecting Global Audiences

More Information - Less Opinion